
KAB. BANDUNG,||KONTENJABAR.COM – Menanggapi pemberitaan terkait tidak berjalannya pembangunan Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) di Desa Cikalong Kecamatan Cimaung Kabupaten Bandung, Deni Ardiansyah selaku Kelompok Pengelola SPAM Kp. Cigunung memberikan tanggapan.
Menurutnya, ketidak sesuaian kedalaman sumur dari target awal, dan kurang maksimalnya pengeboran, menjadi salah satu kendala.
“Waktu ngebor ada airnya, namun posisinya tidak sesuai tidak maksimal pemborongnya tuh, jadi target kedalaman sumur direncanakan harusnya 50 sampai 60 meter, tapi hanya berapa meter saja, bu Kades yang tanda tangannya, jadi maksudnya kedalamannya tidak terlalu bagus, soalnya posisinya disana tuh ranca. Pengeboran tidak maksimal,” ungkap Deni di kediamannya, pada Rabu, 24 Juli 2024.
Deni menjelaskan, ia diminta pihak keRwan untuk melanjutkan pembangunan SPAM, dikarenakan pemborong yang sebelumnya menggarap tidak menyelesaikan instalasinya.
“Jadi waktu itu instalasinya gak beres sama pemborongnya, saya gak tau pemborongnya siapa karena saya tidak ikut andil dari awal, cuman sudah seperti itu, dari pihak keRWan minta saya uruskan, jadi sekarang belum kegarap,” ucapnya.
Diterangkan Deni pula, dari awal, SPAM di Desa Cikalong tersebut tidak sempat berjalan, karena ditinggalkan pemborongnya dalam posisi belum tuntas pengerjaannya.
“Saya menerima limpahan pengerjaan dalam kondisi belum beres, kebetulan obrolan dengan Bumdes katanya coba dikondisikan gimana-gimananya supaya jalan,” katanya.
Deni menambahkan, dengan kondisi dudukan toren dan sibel yang tidak aman, dirinya mengatakan tak berani untuk melanjutkan pembangunan.
“Sama saya juga belum kegarap, sibelnya sudah rusak, sama posisi dudukan torennya juga mengkhawatirkan, saya mau menjalankannya juga serba bingung, soalnya dibebani air satu toren itu gak bakal kuat, makanya saya gak berani,” tukasnya.**( Dian – red)

