Gerakan Pangan Murah di Mapolsek Cimaung Banjir Pujian: Warga Antusias Sambut Inisiatif Polri dan Pemerintah

 

KAB BANDUNG,||KONTENJABAR.COM Cimaung – Sejak Kamis pagi, 21 Agustus 2025, halaman Mapolsek Cimaung dipadati oleh warga Kecamatan Cimaung yang antusias mengikuti Gerakan Pangan Murah (GPM). Inisiatif mulia ini merupakan hasil kolaborasi antara Badan Ketahanan Pangan Nasional, Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Bulog, dan berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dengan mengusung semangat “Polri untuk Masyarakat” Polresta Bandung. GPM ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang tengah menghadapi tantangan kenaikan harga berbagai komoditas pangan dalam beberapa pekan terakhir.

 

Bacaan Lainnya

Sebanyak 10 ton beras berkualitas dari Bulog didistribusikan langsung ke Mapolsek Cimaung, khusus diperuntukkan bagi masyarakat desa di seluruh wilayah Kecamatan Cimaung. Proses penerimaan dan pendistribusian beras ini dilakukan dengan pengawasan ketat untuk memastikan tepat sasaran.

 

Dalam GPM kali ini, berbagai kebutuhan pokok tersedia dengan harga yang jauh lebih bersahabat dibandingkan harga di pasaran. Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog menjadi primadona, menarik perhatian ibu-ibu rumah tangga (IRT) yang berbondong-bondong datang untuk berbelanja.

 

Ibu Ely, seorang warga Desa Cikalong, Kecamatan Cimaung, mengungkapkan betapa GPM ini sangat membantu meringankan beban ekonomi keluarganya. “Selisih harga di GPM ini sangat terasa. Di pasar, harga beras sudah mencapai Rp14.000 per kilogram, tapi di sini kami bisa mendapatkan beras berkualitas dengan harga hanya Rp11.500. Lumayan, selisihnya bisa kami gunakan untuk membeli sayuran atau kebutuhan lainnya,” ujarnya dengan wajah sumringah.

Baca Juga  Panglima TNI Resmikan Monumen Helikopter SA-330 Puma di Cibinong, Bogor

 

Kapolsek Cimaung, IPDA Budi Mamun, S.H., menyatakan harapannya agar program ini dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. “Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari berbagai pihak yang telah membantu terlaksananya GPM ini. Semoga program ini dapat terus berlanjut dan menjadi solusi nyata bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari,” ungkapnya.

 

Untuk memastikan kelancaran dan ketertiban acara, serta mencegah terjadinya aksi saling berebut, panitia GPM menerapkan sistem kupon. Sistem ini bertujuan untuk menghindari antrean panjang dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh warga untuk berbelanja dengan nyaman. Selain petugas dari desa, ibu-ibu Bhayangkari dan para relawan juga turut andil dalam menyukseskan acara ini, menunjukkan sinergi yang kuat antara berbagai elemen masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan bersama.

Askur 78

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *