
JAKARTA,||KONTENJABAR.COM – *Polda Metro Jaya memastikan aksi unjuk rasa mahasiswa hari ini akan dikawal ketat. Polisi sudah mengantongi data kelompok tertentu yang berpotensi *mendompeng aksi dan mengganggu keamanan ketertiban masyarakat/Kamtibmas*.
Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya *Kombes Pol Budi Hermanto*. Tujuannya satu: lindungi penyampaian pendapat di muka umum yang damai, sekaligus cegat provokator yang mau bikin rusuh.
*Satgas Gakkum Disebar Luas*: Satgas Penegakan Hukum Kapolda Metro Jaya sudah diterjunkan ke titik-titik aksi. Personel menyebar buat memonitor dan memetakan pergerakan kelompok yang sudah teridentifikasi sejak awal.
“*Petugas sudah tersebar lebar di lapangan akan memonitor kelompok-kelompok yang tadi sudah diidentifikasikan*,” tegas Budi, Kamis [12/6/2026].
Polda garis bawahi: aksi mahasiswa dilindungi undang-undang. Yang ditarget adalah oknum yang bawa barang berbahaya atau berencana bikin keributan. Kami sudah identifikasi kelompok tertentu yang akan mencoba bergabung, mendompleng untuk membuat gangguan Kamtibmas*,” ujarnya.
Jika di lapangan ditemukan orang/kelompok bawa barang yang berpotensi merusak, memprovokasi, atau membahayakan, Satgas Gakkum akan bertindak cepat dan tegas sesuai prosedur hukum.
“*Apabila kami menemukan kelompok tertentu membawa barang yang dapat membahayakan dan mengganggu ketertiban umum, Kapolda Metro Jaya dengan Satgas Penegakan Hukum akan melakukan tindakan tegas*,” tutup Budi.
Polda Metro Jaya mengimbau mahasiswa dan masyarakat yang ikut aksi agar tetap tertib, tidak terpancing provokasi, dan laporkan jika melihat aktivitas mencurigakan ke petugas terdekat.
Aksi damai adalah hak konstitusional. Rusuh dan anarkis adalah ulah segelintir oknum. Polisi ada untuk memisahkan keduanya.
“*Sampaikan aspirasi, jaga Jakarta. Jangan kasih ruang buat pengacau*,” pesan Kabid Humas PMJ.
Asep Hartawan/Ags
Bid Humas

