Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, Program Revitalisasi Rp1,3 Miliar Bawa Wajah Baru bagi SMP Al Basyiiriyyah
- account_circle Asep Hartawan
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kontenjabar.com//BANDUNG — Program revitalisasi sarana dan prasarana (sarpras) di SMP Al Basyiiriyyah senilai Rp1,3 miliar terus berjalan dan saat ini telah mencapai progres pengerjaan sekitar 40 persen. Anggaran tersebut dialokasikan untuk perbaikan menyeluruh pada dua gedung sekolah yang mencakup empat ruang rombongan belajar (rombel), satu ruang perpustakaan, hingga penyediaan mebeler baru berupa meja dan kursi tunggal.
Meski pengerjaan fisik baru mencapai separuh jalan, Kepala SMP Al Basyiiriyyah selaku penerima manfaat, Bapak Ahmad, S.Pd., mengaku sangat puas dengan hasil pembangunan sementara. Kepuasan tersebut lahir dari pengawasan melekat yang beliau lakukan; Bapak Ahmad selalu turun langsung memantau setiap tahapan proses pengerjaan di lapangan demi memastikan kualitas bangunan sesuai standar.
Berdasarkan hasil pemantauan serta studi banding yang dilakukan ke sekolah lain, penataan ruang dan pemilihan bahan baku berkualitas tinggi menunjukkan transformasi yang signifikan.
”Ruang kelas yang dulunya terasa sumpek kini mulai terlihat lebih segar, luas, dan memiliki nilai estetika yang jauh lebih baik dibanding sebelumnya,” ujar Bapak Ahmad.
Tingkatkan Semangat Belajar dan Produktivitas Guru
Peningkatan fasilitas fisik di SMP Al Basyiiriyyah ini diharapkan membawa dampak langsung terhadap atmosfer akademik. Bapak Ahmad optimistis bahwa ruang belajar yang lebih memadai, segar, dan estetis akan mendongkrak semangat belajar para siswa sekaligus meningkatkan produktivitas guru dalam proses kegiatan belajar-mengajar (KBM).
Respons positif juga datang dari para orang tua siswa yang merasa puas dan menyambut baik perubahan fisik sekolah anak-anak mereka. Atas capaian ini, pihak sekolah berharap pemerintah dapat terus mengucurkan bantuan dan dukungan sarpras di masa-masa mendatang.
Sinergi Tenaga Kerja Sesuai Aturan Dapodik
Dari sisi teknis pengerjaan, manajemen proyek dilaksanakan secara transparan dengan membagi peran antara tukang dan laden (pembantu tukang). Pelaksanaan di lapangan melibatkan kolaborasi seimbang antara tim pelaksana dan pihak sekolah, yaitu 5 orang dari tim pelaksana eksternal dan 5 orang dari pihak sekolah.
Skema kerja sama ini diterapkan guna memastikan seluruh tahapan revitalisasi berjalan akuntabel dan sesuai dengan regulasi yang tercantum dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Asep hartawan
- Penulis: Asep Hartawan

Saat ini belum ada komentar