Pemkab Tegal dan BESTARI-Saintek Perkuat Pelayanan Publik Inklusif
- account_circle Kurniawa
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 1
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TEGAL,||KONTENJABAR.COM – Pemerintah Kabupaten Tegal bersama Tim Riset Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (BESTARI-Saintek) memperkuat pelayanan publik yang inklusif melalui pelatihan bahasa isyarat bagi operator dan petugas pelayanan publik.
Pelatihan berlangsung di Gedung Dadali Pemkab Tegal, Slawi, Jumat (28/8/2026). Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan aparatur dalam berkomunikasi dengan masyarakat tuli dan penyandang disabilitas yang memiliki kebutuhan komunikasi khusus.
Anggota Tim Riset BESTARI-Saintek, Dra. Sri Sutjiatmi, M.Si., mengatakan pelatihan ini merupakan tahap lanjutan setelah sebelumnya dilakukan pembuatan Bank Video bersama relawan tuna rungu dan tuna wicara, penyusunan SOP inklusif, serta modul pelatihan petugas layanan.
“Semua masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan,” ujarnya.
Menurut Sri, kemampuan bahasa isyarat menjadi salah satu kompetensi penting bagi petugas pelayanan agar mampu memberikan layanan secara lebih responsif, empatik, dan tidak diskriminatif.
Pelatihan juga diisi dengan praktik komunikasi bahasa isyarat yang dapat diterapkan dalam pelayanan publik sehari-hari. Materi disampaikan Kusnadi dari Pusat Bahasa Isyarat Indonesia (PUSBISINDO).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tegal Nurhayati serta Ketua Tim Riset BESTARI-Saintek Akhmad Habibullah, M.I.P., bersama sejumlah anggota tim dari Universitas Pancasakti Tegal, Universitas Bhamada Slawi, dan Universitas Muhadi Setiabudi.
Tim BESTARI-Saintek menekankan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pelayanan publik harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas dan humanisme aparatur.
Teknologi dinilai hanya sebagai alat, sementara manusia tetap menjadi pusat pelayanan. Karena itu, pelayanan publik inklusif diharapkan tidak hanya mudah diakses secara digital, tetapi juga mampu memberikan layanan yang setara, aman, dan bermartabat bagi seluruh masyarakat.
Program BESTARI-Saintek mendapat dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Suwarno- Kur75
Bid Humas
- Penulis: Kurniawa

Saat ini belum ada komentar