Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Liputan Pemkab. Bandung » IPM Kabupaten Bandung Meningkat, Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Menunjukkan Hasil

IPM Kabupaten Bandung Meningkat, Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Menunjukkan Hasil

  • account_circle adminKJ
  • calendar_month Senin, 23 Sep 2024
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAB. BANDUNG. KONTENJABAR.COM – Dari tahun ke tahun sejak Bupati Bandung Dadang Supriatna menjabat, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bandung terus mengalami peningkatan secara konsisten.

Berdasar dari Badan Pusat Statistik (BPS), selama periode 2020–2023, IPM Kabupaten Bandung rata-rata meningkat sebesar 0,61 persen per tahun.

IPM tahun 2023 mencapai 74,03 meningkat 0,57 poin (0,78 persen) dibandingkan capaian tahun 2022 yang sebesar 73,46 poin.

Peningkatan IPM Kabupaten Bandung tahun 2023 terjadi pada semua dimensi, baik umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak.

“Peningkatan tertinggi terjadi pada dimensi standar hidup layak. Namun begitu, kalau ketiga indikator IPM-nya naik semua dari tahun ke tahun, ya berarti pembangunan di Kabupaten Bandung sudah bagus. Ketiga indikatornya itu kan pendidikan, kesehatan dan ekonomi atau daya beli,” jelas Kepala BPS Kabupaten Bandung Bambang Pamungkas di Soreang, Senin (23/9/2024).

Pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, bayi yang lahir pada tahun 2023 memiliki harapan untuk dapat hidup atau Angka Harapan Hidup (AHH) hingga 74,92 tahun, lebih lama 0,25 tahun (0,33 persen) dibandingkan tahun 2022.

Sedangkan pada dimensi pengetahuan, Harapan Lama Sekolah (HLS) penduduk umur 7 tahun meningkat 0,02 tahun (0,16 persen) dibandingkan tahun 2022 dari 12,71 tahun menjadi 12,73 tahun.

Sementara itu, Rata Lama Sekolah (RLS) penduduk umur 25 tahun ke atas meningkat 0,02 tahun (0,22 persen) dibandingkan tahun 2022 dari 9,08 tahun menjadi 9,10 tahun. Sumber data HLS dan RLS menggunakan hasil Susenas Maret.

Dimensi standar hidup layak atau daya beli yang diukur berdasarkan rata-rata pengeluaran riil per kapita per tahun (yang disesuaikan) pada tahun 2023 sebesar Rp 11,02 juta rupiah, meningkat Rp430 ribu (4,06 persen) dibandingkan tahun 2022. Sumber data pengeluaran riil per kapita per tahun menggunakan hasil Susenas Maret.

Baca Juga  Kang DS Resmikan RA Baburoyan, Sanggar Anak Yatim dan Pondok Tahfidz Jamaah Persis Bojong Malaka

Bambang Pamungkas menerangkan, IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia. IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.

“Pembangunan manusia di Kabupaten Bandung terus mengalami kemajuan. Sejak tahun 2020, status pembangunan manusia 74,03 sudah berada pada level “tinggi”, jelas Bambang.

Selama periode 2020–2023, IPM Kabupaten Bandung rata-rata meningkat sebesar 0,61 persen per tahun, dari 72,69 pada tahun 2020 menjadi 74,03 pada tahun 2023.

Peningkatan IPM tahun 2023 didukung oleh semua dimensi penyusunnya baik dimensi umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan dan standar hidup layak.

“Terutama yang naik cukup signifikan itu indikator Pengeluaran Riil per Kapita mengalami percepatan pertumbuhan sebesar 4,06 persen dibandingkan pertumbuhan tahun sebelumnya sebesar 2,73 persen,” pungkas Bambang.

Sumber : BPS Kab. Bandung
Reporter : Team FNC
Editor : Komariah/Adjie

  • Penulis: adminKJ

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less

Eksplorasi konten lain dari Konten Jabar

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca