
GARUT, KONTENJABAR.COM — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Dapur Satu SPPG di Kecamatan Talegong belum dapat berjalan karena masih terkendala belum adanya ahli gizi yang memenuhi persyaratan.
Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Penguatan Program MBG yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut, pada Selasa (21/10/2025).

Rapat dihadiri oleh seluruh unsur Forkopimcam Talegong, para kepala sekolah, kepala UPT, Kepala SPPG MBG Dapur Satu, serta Ketua Yayasan Anugrah Pangan Lestari. Agenda rapat membahas teknis penyaluran, pembagian kuota siswa penerima, serta rencana penandatanganan MoU antara pihak SPPG dan kepala sekolah dari tiga desa, yakni Desa Sukamulya, Sukalaksana, dan Sukamaju.
Penjabat Camat Talegong, Wiati Kartini, menjelaskan bahwa penerima program MBG mencakup 38 sekolah mulai dari TK, RA, PAUD hingga tingkat SLTA di tiga desa tersebut.
“Forkopimcam Talegong meminta semua unsur untuk mendukung agar program MBG ini bisa berjalan lancar,” ujarnya.
Wiati menambahkan, program MBG memiliki manfaat besar dalam upaya mencerdaskan generasi muda sekaligus mencegah stunting.
“Dukunglah program ini semaksimal mungkin. Berdiskusilah dan bekerjalah sama dengan baik agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ucapnya.
Sementara itu, Rosidin, didampingi Robi selaku mitra SPPG MBG Dapur Satu Desa Sukamulya, mengungkapkan bahwa keterlambatan pelaksanaan program disebabkan karena masih adanya beberapa tahapan administrasi yang belum terpenuhi, salah satunya ketiadaan ahli gizi.
Robi menambahkan, teknis pelaksanaan program MBG akan dilakukan secara bertahap. Tahap awal akan dimulai dengan penyediaan 2.000 porsi makanan bergizi, dari total kuota 4.000 porsi yang harus dipenuhi.
“Ini penting disampaikan agar penerima MBG memahami teknis pelaksanaan secara bertahap, mulai dari radius pengiriman hingga jumlah porsi yang diterima. Harapannya, program MBG di Dapur Satu Desa Sukamulya bisa segera berjalan,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Ketua Yayasan Anugrah Pangan Lestari H. Usep menuturkan bahwa yayasan yang dipimpinnya telah menangani lima dapur program MBG di beberapa wilayah.
“Kami telah mengikuti juknis dan SOP sesuai ketentuan PGN. Semua peralatan yang digunakan sudah berstandar SNI dan memenuhi standar kelayakan yang disarankan,” ujarnya.
Ia berharap Dapur Satu SPPG MBG di Kecamatan Talegong bisa segera beroperasi dan memberikan manfaat bagi para siswa penerima program.
Sementara itu, Kapolsek Talegong menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung dan mengawasi kelancaran pelaksanaan program MBG.
“Kami minta pihak mitra MBG dan yayasan melaporkan setiap kendala di lapangan agar bisa segera ditangani. Kami juga akan rutin melakukan patroli untuk memastikan program ini berjalan tertib, aman, dan lancar,” katanya.
Kapolsek juga mengimbau masyarakat yang memiliki sanak keluarga dengan keahlian di bidang gizi agar segera berkoordinasi dengan pihak yayasan, sehingga program MBG di Kecamatan Talegong dapat segera direalisasikan.
Reporter: Asep Sutarman
Editor: Kur 75
