Miris! Baru Dua Bulan Rampung, Proyek Jalan Desa Cikarang Kecamatan Cisewu Garut Sudah Rusak

KAB. GARUT, || KONTENJABAR.COM – Dua bulan lalu, wajah Desa Cikarang, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, tampak sumringah. Proyek peningkatan jalan protokol desa yang didanai pemerintah baru saja rampung. Warga pun menaruh harapan besar terhadap akses jalan yang lebih baik, perputaran ekonomi yang meningkat, dan masa depan yang lebih cerah.

Namun, harapan itu kini berubah menjadi kekecewaan mendalam.

Jalan yang baru seumur jagung itu kini tampak memprihatinkan. Retakan muncul di berbagai titik, membentuk lubang-lubang yang membahayakan pengguna jalan. Proyek yang semula diharapkan menjadi urat nadi perekonomian desa, kini justru menjadi sumber keresahan baru.

Bacaan Lainnya

Warga Cikarang pun dibuat heran. Bagaimana mungkin jalan yang baru dua bulan selesai dikerjakan sudah mengalami kerusakan parah? Dugaan pun bermunculan — mulai dari rendahnya kualitas pengerjaan, penggunaan material yang tidak sesuai standar, hingga proses pengerasan yang dilakukan secara terburu-buru.

“Ini jalan belum lama selesai, Pak. Baru dua bulan! Tapi lihat sendiri, sudah retak di mana-mana,” keluh seorang warga dengan nada kesal. “Kalau dibiarkan, sebentar lagi pasti hancur total.”

Kerusakan ini bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga membahayakan keselamatan masyarakat. Lubang-lubang jalan dapat menjadi ancaman serius, terutama di malam hari saat penerangan sangat minim.

Ironisnya, hingga kini pihak Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Cikarang belum memberikan keterangan resmi terkait kerusakan tersebut. Kondisi ini menambah rasa kecewa warga yang merasa diabaikan.

Masyarakat mendesak pemerintah daerah segera turun tangan. Audit menyeluruh terhadap proyek tersebut harus dilakukan untuk memastikan penyebab kerusakan. Jika ditemukan unsur kelalaian atau dugaan penyimpangan, kontraktor pelaksana wajib diberi sanksi tegas.

“Kami tidak ingin kejadian seperti ini terulang,” ujar salah satu tokoh masyarakat. “Pembangunan harus berkualitas, bukan asal jadi. Jangan biarkan uang negara habis untuk proyek yang tak memberi manfaat.”

Kasus di Desa Cikarang ini menjadi pelajaran penting. Pembangunan infrastruktur bukan sekadar membangun fisik, tetapi juga menjaga kualitas dan akuntabilitas. Jangan sampai proyek yang seharusnya membawa kemajuan, justru menjadi sumber masalah dan kekecewaan bagi rakyat.

Tim liputan Khusus

Reporter: Asep Sutarman

Editor: Kurniawan Trianto

Baca Juga  Dapur Makan Bergizi Bojongsoang Diresmikan Ketua DPRD Jabar dan Ali Syakieb

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *