Dedi Mulyadi Dorong Pertanian Organik di Jawa Barat, Soroti Peredaran Tramadol di Desa
- account_circle Kurniawa
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 1
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANDUNG,||KONTENJABAR.COM —Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong perubahan sistem pertanian di Jawa Barat menuju pola organik secara bertahap. Di tengah upaya itu, Dedi juga menyoroti peredaran Tramadol yang menurut dia mulai merambah hingga pelosok desa dan mengancam generasi muda.
Dedi menyampaikan hal tersebut dalam amanat upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung Sate, Bandung, Senin, 17 Agustus 2026.
Menurut Dedi, penggunaan pupuk kimia dan pestisida dalam pertanian perlu dikurangi secara bertahap. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kualitas tanah, air, pangan, sekaligus kesehatan masyarakat.
Ia meminta Dinas Pertanian Jawa Barat mulai menerapkan perubahan itu secara bertahap, dari satu petak sawah ke petak sawah lainnya. Dengan cara tersebut, peralihan menuju pertanian organik diharapkan dapat berjalan secara terukur dan berkelanjutan.
Dedi mengatakan pertanian organik tidak semata berkaitan dengan upaya menjaga lingkungan. Menurut dia, pola pertanian tersebut juga dapat meningkatkan nilai ekonomi hasil produksi.
Produk pangan yang memiliki standar kualitas lebih baik, kata Dedi, berpeluang memiliki daya saing lebih kuat, termasuk untuk menembus pasar internasional.
Selain persoalan pertanian, Dedi menyoroti peredaran Tramadol di wilayah pedesaan. Ia menyebut peredaran obat tersebut sebagai ancaman yang tidak terlihat, tetapi berpotensi merusak masyarakat hingga ke tingkat desa.
“Di sudut-sudut kampung Tramadol itu dijual secara bebas dan kita membiarkannya. Ini adalah kewaspadaan nasional yang harus bersama-sama dibersihkan,” kata Dedi.
Menurut dia, pemberantasan peredaran Tramadol tidak dapat hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Pemerintah daerah, masyarakat, tokoh masyarakat, hingga perangkat desa perlu terlibat dalam upaya mencegah peredaran obat tersebut.
Dedi meminta persoalan itu dipandang sebagai bagian dari kewaspadaan nasional. Ia menilai pengawasan di tingkat paling bawah penting karena peredaran Tramadol disebut telah menyentuh lingkungan permukiman dan pedesaan.
Perayaan HUT ke-81 RI di Gedung Sate
Peringatan HUT ke-81 RI tingkat Jawa Barat dipusatkan di kawasan Gedung Sate, Bandung. Rangkaian kegiatan meliputi kirab bendera Merah Putih, upacara pengibaran dan penurunan bendera, serta defile pasukan gabungan.
Perayaan kemerdekaan juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan sajian makanan dan minuman untuk sekitar 10 ribu orang yang hadir dalam rangkaian peringatan tersebut.
Melalui momentum kemerdekaan, Dedi menggabungkan pesan tentang perubahan sektor pertanian dengan penguatan kewaspadaan masyarakat terhadap peredaran obat yang dinilai membahayakan generasi muda. ( Bagus – Tia Budiana)
- Penulis: Kurniawa

Saat ini belum ada komentar