
PAPUA,||KONTENJABAR.COM – – Pertemuan sederhana, tapi pesannya dalam. “*Sa bersyukur sekali… masih bisa baku dapa dan lihat anak Papua pu semangat yang tak pernah padam*,” ucap salah satu personel Operasi Damai Cartenz 2026 saat berbaur dengan anak-anak Papua di lapangan.
Momen “baku dapa” ini bukan sekadar silaturahmi. Di mata anak-anak Papua, tatapan, senyum, dan semangat mereka adalah jawaban paling jujur: meski tantangan ada, harapan tidak pernah mati.
Semangat yang Nggak Pernah Padam Dari Sorong sampai Merauke, anak-anak Papua tetap punya mimpi: mau jadi guru, dokter, pilot, pemain bola. Mereka belajar di bawah pohon, jalan kaki berjam-jam ke sekolah, tapi tetap ketawa paling kencang.
Selama semangat dorang masih menyala, Papua akan terus punya harapan masa depan yang lebih baik Semangat itu bahan bakar paling kuat untuk bangun Papua.
Operasi Damai Cartenz 2026 hadir bukan cuma jaga keamanan. Lebih dari itu, hadir untuk dengar, temani, dan kuatkan. Baku dapa, main bola bareng, ajar baca-tulis, itu cara paling nyata bilang: “Kamu nggak sendiri, adik-adik”.
Karena Papua maju bukan cuma soal jalan dan jembatan. Tapi soal anak-anaknya berani bermimpi dan merasa aman untuk mengejar mimpi itu.
Foto ini dan cerita ini bukti kecil tapi penting: perdamaian tumbuh dari hal sederhana. Dari sapa, dari senyum, dari waktu yang diluangkan untuk “baku dapa”.
Selama semangat anak-anak Papua terus menyala, selama itu pula masa depan Papua tetap terang. Tugas kita semua: jaga apinya tetap hidup. Jaga sekolahnya, jaga gurunya, jaga rasa amannya.
“*Anak Papua hari ini, pemimpin Papua besok. Mari kita rawat semangatnya*.”
KUR75/Ags – Red
