JAKARTA,KONTENJABAR.COM.
Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional, Ossy Dermawan,menegaskan bahwa para Pejabat Administrator yang mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) 2026 harus mampu menjadi arsitek perubahan di bidang pertanahan dan tata ruang.
Pernyataan itu disampaikan Wamen Ossy saat memberikan pengarahan kepada peserta PKA 2026 di Jakarta, Rabu (30/7/2026).
Menurut Wamen Ossy, tantangan Kementerian ATR/BPN ke depan semakin kompleks. Mulai dari percepatan pendaftaran tanah, penyelesaian konflik agraria, hingga implementasi kebijakan tata ruang yang berpihak pada masyarakat.
Saudara-saudara bukan hanya pelaksana. Saudara harus jadi perancang, penggerak, dan arsitek perubahan. PKA ini bukan sekadar pelatihan, tapi kawah candradimuka untuk melahirkan pemimpin yang berani berinovasi dan berdampak langsung ke masyarakat,tegas Wamen Ossy.
Ia juga meminta para peserta PKA agar tidak terjebak dalam birokrasi yang monoton. Pejabat administrator harus punya keberanian mengambil inisiatif, menguasai digitalisasi layanan, dan membangun sinergi dengan pemerintah daerah serta stakeholder lainnya.
Wamen Ossy menekankan 3 kunci utama: integritas, inovasi, dan orientasi pelayanan publik. Ketiganya menjadi modal dasar agar program strategis ATR/BPN seperti Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dan Reforma Agraria berjalan tepat sasaran.
Di akhir arahannya, Wamen Ossy berpesan agar lulusan PKA 2026 menjadi motor penggerak transformasi birokrasi Kementerian ATR/BPN yang modern, profesional, dan terpercaya.
Jadilah pemimpin yang tidak hanya menunggu perintah, tapi menciptakan solusi. Masyarakat menunggu kerja nyata kita. Jangan kecewakan mereka, pungkasnya.
Dengan semangat “arsitek perubahan”, diharapkan para pejabat administrator mampu membawa Kementerian ATR/BPN semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat dan mendukung terwujudnya kepastian hukum hak atas tanah di seluruh Indonesia.
Bagus red

