
KAB. BANDUNG,||KONTENJABAR.COM – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) jenjang SD di Kabupaten Bandung lebih lama dibandingkan SMP maupun SMA. Pada jenjang SD, MPLS berlangsung hampir dua pekan sejak 15-27 Juli 2024.
Kepala SDN Cikuya 1 Desa Bandasari Kecamatan Cangkuang Kabupaten Bandung, Deti Siti Nurmala, S.Pd menjelaskan bahwa MPLS bagi siswa SD dilakukan untuk memperkuat pondasi peserta didik.
“Hal ini bertujuan untuk memperkuat pondasi siswa SD sekaligus lebih mematangkan nilai agama dan budi pekerti yang luhur,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa masa transisi di lingkungan sekolah, termasuk proses pembelajaran dan adaptasi antara peserta didik serta guru, sangat penting.
“Yang sangat dibutuhkan adalah bagaimana siswa dan guru bisa melakukan penyesuaian diri dalam proses pembelajaran maupun dalam aktivitasnya di lingkungan sekolah,” jelasnya.
Selama dua pekan masa transisi di sekolah, banyak hal yang perlu dipahami siswa, terutama mengenai keenam kemampuan belajar anak.
“Keenam kemampuan belajar anak yang perlu dimengerti, yakni kemampuan kognitif, bahasa dan komunikasi, motorik kasar dan halus, sosial dan emosional, seni dan kreativitas, serta lingkungan tempat belajar.” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pengajaran keenam kemampuan ini diberikan secara bertahap sesuai dengan daya serap masing-masing anak.
Ia juga mengungkapkan bahwa masa transisi dari PAUD ke SD membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
“Alhamdulillah, untuk masa transisi siswa PAUD ke SD saat ini masih berjalan dan butuh waktu, karena ada siswa yang cepat menyesuaikan diri ada juga yang lambat,” ungkapnya.
Meskipun demikian, guru-guru hadir untuk mendampingi siswa dalam beradaptasi dengan kehidupan sekolah, baik dalam proses belajar maupun berinteraksi di lingkungan sekolah.
“Pihak sekolah, terutama guru-guru, hadir untuk memberikan pendampingan kepada siswa, karena transisi dari PAUD ke SD bukanlah hal yang mudah,” tambahnya.
Orang tua juga berperan penting dalam masa transisi ini dengan ikut memantau dan mendampingi anak-anak mereka dalam kegiatan sekolah.
“Orang tua bisa ikut memantau dan mendampingi para siswa, agar paham kondisi lingkungan sekolah tempat anak mereka belajar,” tandasnya.*** (RED)


