Distribusi Bibit Macet, Program Ketahanan Pangan Desa Pasirhuni Terancam Gagal
Kinerja Tim Monev Kecamatan Dipertanyakan Warga
kontenjabar.com – 20/02/2026 Kab bandung Program penguatan ketahanan pangan berbasis budidaya ikan nila di Desa Pasirhuni kini berada di ambang kegagalan. Masalah dimulai dari macetnya distribusi bibit dari supplier, ditambah lemahnya pengawasan dari Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kecamatan yang dinilai tidak responsif terhadap kondisi di lapangan.
Kolam sistem bioflok yang dibangun menggunakan dana desa telah siap 100% sejak beberapa bulan lalu, termasuk persiapan teknis dan pengendapan air. Namun, kolam tersebut hingga kini dibiarkan kosong karena bibit yang seharusnya ditebar tak kunjung tiba.
Hasil investigasi menunjukkan supplier utama, Rahmat Farm, gagal memenuhi tenggat waktu akibat kendala logistik internal. Situasi ini diperparah dengan kurangnya koordinasi antara penyedia dan perangkat desa yang terkesan saling menyalahkan.
Keresahan warga semakin memuncak karena Tim Monev Kecamatan dianggap hanya melakukan pengawasan secara administratif tanpa mengecek kondisi sebenarnya. “Kami mempertanyakan keberadaan Tim Monev. Mengapa keterlambatan lebih dari 3-4 bulan ini dibiarkan tanpa ada solusi konkret?” ujar salah satu tokoh masyarakat dengan nada kecewa.
Program yang didanai anggaran negara ini kini terancam menjadi proyek mangkrak. Warga mendesak agar Tim Monev segera melakukan kunjungan lapangan dan memanggil pihak Rahmat Farm untuk memberikan kepastian jadwal distribusi bibit.
(team investigasi)

