BNN Gandeng BSSN Perangi Peredaran Narkoba di Ruang Siber, Transaksi via Dark Web Jadi Target

 

JAKARTA, kontenjabar.com

Bacaan Lainnya

Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Pol. Suyudi Ario Seto menemui Kepala Badan Siber dan Sandi Negara Nugroho Sulistyo Budi di Kantor BSSN Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa 21 April 2026. Pertemuan ini menyepakati kerja sama teknis untuk membendung peredaran narkoba lewat ruang siber yang kian marak.

 

Suyudi menyebut modus peredaran narkoba kini bergeser ke (dark web) dan media sosial, dengan pembayaran memakai aset kripto agar susah dilacak. Sepanjang 2025, BNN mencatat 1.472 kasus narkoba berbasis siber, naik 34% dibanding 2024.[1]

 

“Ancaman siber lintas negara dan sangat kompleks. Kami butuh _back-up_ BSSN untuk _takedown_ situs, _tracing_ transaksi kripto, dan amankan sistem internal BNN dari hacking kata Suyudi usai pertemuan.

 

Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi menyatakan siap gabungan jadi narkotika , Bentuknya: layanan keamanan siber 24 jam, sertifikat elektronik untuk petugas BNN di lapangan, hingga _cyber patrol_ gabungan.

 

“Dunia narkoba sekarang main di ruang digital. Kalau BNN kuat di lapangan, BSSN kuatin benteng digitalnya. Ini namanya perang semesta, tegas Nugroho.

 

Selain teknis, kedua lembaga sepakat masifkan literasi digital ke masyarakat. Tujuannya agar anak muda paham bahaya jerat bandar lewat _game online_ dan medsos yang jadi pintu masuk narkoba.

 

Kolaborasi BNN–BSSN ini ditargetkan memutus rantai pasok narkoba digital dan mendukung program Indonesia Bersinar. Rincian teknis kerja sama akan dituangkan dalam PKS dalam waktu dekat.

Baca Juga  Optimalisasi Pengelolaan Kawasan Wisata Jayanti

 

 

Data BNN 2025 menyebut 3,3 juta orang Indonesia terpapar narkoba, dengan kelompok usia 15-35 tahun paling rentan terpapar lewat jalur digital.

 

AGUS.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *