
GARUT,||KONTENJABAR.COM – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsudin turun langsung ke Markas Yonif TP 890/Gardha Sakti Cikelet, Garut Selatan, Rabu 23/4/2026. Kedatangan Menhan disambut Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto dan jajaran TNI se-Priangan Timur.
Kunjungan ini bukan sekadar seremonial. Wilayah Garut Selatan jadi atensi khusus pertahanan negara karena berbatasan langsung dengan Samudra Hindia. Jalur pantai selatan rawan jadi pintu masuk penyelundupan senjata, narkoba, dan tindak pidana lintas negara.
“Garut selatan ini beranda depan. Kalau jebol di sini, ancamannya bisa sampai ke tengah Pulau Jawa. Sinergi TNI-Polri harga mati,” tegas AKBP Yugi Bayu Hendarto usai mendampingi Menhan.
Rapat koordinasi digelar tertutup selama 2 jam. Hadir Danrem 062/TN Kolonel Inf Dadi Sutandi, Danyonif TP 890/GS Letkol Inf Ade Fian Agestiyono, Dandim se-Priangan Timur, Dandepom III/2 Garut Letkol CPM Harmaji, dan para Kapolsek wilayah selatan.
Tiga isu krusial dibahas:
1. Penguatan Patroli Laut & Pesisir Libatkan TNI AL, Polairud, dan Yonif 890 untuk cegah penyelundupan via jalur tikus pantai.
2. Pemetaan Kerawanan Sosial Antisipasi konflik agraria & dampak proyek strategis nasional di pesisir selatan.
3. Kesiapan Yonif 890 Sebagai batalyon baru di Cikelet, Yonif 890 jadi _first responder_ gangguan keamanan laut & darat di Jabar selatan.
Danrem 062/TN Kolonel Inf Dadi Sutandi menyebut Yonif 890 Gardha Sakti sengaja ditempatkan di Cikelet karena pertimbangan geopolitik. Dari Cikelet, pergerakan ke Pangandaran sampai Sukabumi bisa cepat. Ini titik kunci katanya.
Tindak Lanjut TNI-Polri sepakati operasi gabungan rutin di jalur selatan mulai Mei 2026. Fokusnya: patroli pantai, sambang desa pesisir, dan deteksi dini ancaman.
Langkah ini menjawab kekhawatiran warga pasca ditemukannya 2 kasus penyelundupan benur ilegal lewat Pantai Santolo awal 2026. “Hadirnya Menhan bikin kami tenang. Berarti negara nggak lupa sama Garut selatan ( H Yan Herdiana/ Agus )


