Sinergi Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi Pendaki Tersesat di Puncak Mega

Kontenjabar.com​CIMAUNG, BANDUNG – Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) terhadap seorang pendaki yang dilaporkan hilang di kawasan Puncak Mega, Gunung Puntang, akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi selamat setelah melakukan penyisiran intensif di medan hutan yang cukup berat, Senin (11/05).

​Kronologi Kejadian

Bacaan Lainnya

​Peristiwa bermula pada Sabtu pekan lalu, ketika sebuah rombongan yang terdiri dari tiga orang pendaki melakukan pendakian melalui jalur Pasir Kuda, Desa Mekar Jaya. Jalur yang mereka gunakan diketahui berada di luar kawasan resmi wisata Gunung Puntang.

​Berdasarkan keterangan di lapangan, rombongan tersebut masuk melalui Petak 31A, RPH Banjaran, BKPH Banjaran, KPH Bandung Selatan. Saat perjalanan turun, salah satu pendaki memutuskan untuk turun lebih awal dan terpisah dari dua rekannya yang menyusul di belakang. Namun, saat kedua rekannya tiba di posko pintu masuk Pasir Kuda, pendaki tersebut tak kunjung terlihat. Korban diduga kuat tersesat dan salah mengambil arah jalan pulang hingga memasuki area hutan yang lebih dalam.

​Operasi SAR Gabungan

​Merespons laporan kehilangan tersebut, Tim SAR Gabungan segera dibentuk dan dikerahkan ke lokasi. Operasi ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Cimaung, Ipda Budi Ma’mun, S.H., didampingi oleh Aipda Suyud.

​Kekuatan tim diperkuat oleh sinergi lintas sektoral, di mana Manager Site Pangalengan, Ujang Syaeful Hayat, didampingi oleh Pak Karwita, turut terjun langsung untuk mengoordinasikan pemetaan jalur dan logistik pencarian. Unsur dari TNI serta jajaran relawan lokal juga terlibat aktif dalam penyisiran di titik-titik rawan.

​”Kami dari jajaran TNI, Polri, pihak pengelola, dan relawan bergerak bersama membuka jalur baru di punggungan Puncak Mega. Ini adalah ikhtiar maksimal kami untuk memastikan keselamatan warga yang tersesat,” ujar Ipda Budi Ma’mun saat memimpin tim menembus lebatnya hutan.

​Keberhasilan Evakuasi

​Setelah upaya pencarian yang terkoordinasi dengan baik, korban akhirnya berhasil ditemukan di sekitar Petak 32D, RPH Banjaran, KPH Bandung Selatan. Penemuan ini terjadi di lokasi yang cukup jauh dari jalur pendakian yang seharusnya.

​Korban ditemukan dalam kondisi fisik yang lemas akibat kelelahan dan paparan cuaca hutan, namun tetap dalam keadaan sadar. Tim segera melakukan evakuasi medis untuk memastikan kondisi kesehatan korban sebelum diserahkan kembali kepada pihak keluarga.

​Himbauan Keamanan

​Pihak kepolisian dan pengelola kawasan (Manager Site Pangalengan) kembali memberikan himbauan keras kepada para pecinta alam agar selalu:

​Menggunakan Jalur Resmi: Hindari menggunakan jalur “tikus” atau jalur di luar pengawasan pengelola demi kemudahan monitoring.

​Tetap dalam Kelompok: Jangan memisahkan diri dari rombongan dalam kondisi apa pun di tengah hutan.

​Persiapan Navigasi: Memahami medan dan membawa perlengkapan keselamatan yang memadai.

​Dengan ditemukannya pendaki tersebut, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh personel kembali ke kesatuan masing-masing. Keberhasilan ini menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara aparat keamanan, pengelola kawasan, dan masyarakat dalam menangani situasi darurat di wilayah Kabupaten Bandung

Red askur78

Baca Juga  Danlanud Sultan Hasanuddin Berikan Pengarahan Kepada Prajurit Remaja Untuk Jauhi  Narkoba dan Hindari Tindak Pidana

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *