Saksi Bisu Sejarah Jurnalistik Cimaung , Sekretariat FORWACI Ludes Terbakar dalam Semalam

​CIMAUNG, BANDUNG – Duka mendalam menyelimuti insan pers di Kabupaten Bandung. Ruang yang selama ini menjadi saksi bisu perjuangan para jurnalis, Sekretariat Forum Wartawan Cimaung Indonesia (FORWACI), kini rata dengan tanah. Bangunan yang berlokasi di Kampung Mande RT 04 RW 04, Desa Cipinang, Kecamatan Cimaung, ludes dilahap si jago merah pada Kamis (2/7/2026) malam sekira pukul 22.00 WIB.

​Api berkobar begitu hebat dalam kegelapan malam, menghanguskan tanpa sisa seluruh isi bangunan hanya dalam hitungan jam.

Bacaan Lainnya

​Kronologi dan Dugaan Penyebab

​Berdasarkan informasi di lapangan, amukan api menjalar dengan sangat cepat sehingga tidak memberikan kesempatan bagi warga untuk menyelamatkan barang-barang di dalamnya.

​“Dugaan sementara kebakaran akibat korsleting listrik. Api cepat menjalar karena di dalam banyak arsip, dokumen, dan perabot dari kayu,” ujar Ajat, salah seorang pengurus FORWACI yang menyaksikan langsung puing-puing sekretariat yang menghitam.

​Warga sekitar bersama petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bandung langsung bahu-membahu menjinakkan api agar tidak merembet ke pemukiman warga lainnya. Kendati api akhirnya berhasil dipadamkan, bangunan beserta isinya sudah tidak tertolong.

​Kerugian Materiil dan Kehilangan Sejarah

​Meski tidak ada korban jiwa maupun luka dalam musibah ini, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp50 juta. Berbagai aset penting organisasi lenyap seketika, mulai dari:

​Peralatan elektronik (TV dan HP)

​Uang tunai operasional

​Perlengkapan sekretariat

​Dokumen dan arsip fisik kegiatan jurnalistik bertahun-tahun.

Baca Juga  Warga Desak Transparansi Dana Desa Jambudipa, Dorong Pemeriksaan Penggunaan Anggaran 2024–2025

​Kehilangan arsip inilah yang menjadi pukulan paling telak bagi organisasi. Ketua FORWACI, Indra Fuji Priatna, tidak dapat menyembunyikan rasa sedihnya atas tragedi yang menimpa rumah bersama para jurnalis Cimaung ini.

​“Ini bukan hanya kehilangan bangunan, tapi juga arsip sejarah kerja jurnalistik kami di Cimaung,” ungkap Indra dengan nada getir.

​Penyelidikan Polisi dan Langkah Selanjutnya

​Hingga saat ini, pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Cimaung masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab mutlak dari korsleting listrik tersebut.

​Pasca-bencana ini, seluruh aktivitas dan roda organisasi FORWACI terpaksa harus diungsikan dan dialihkan ke tempat sementara waktu demi memastikan gerak informasional para jurnalis lokal tidak lumpuh total.

​Red: Askur

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *