Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Advertorial » 14 Hari Operasi Patuh Lodaya 2026 Digelar Hingga 8 November, Polda Jabar Optimalkan ETLE dan Kedepankan Edukasi

14 Hari Operasi Patuh Lodaya 2026 Digelar Hingga 8 November, Polda Jabar Optimalkan ETLE dan Kedepankan Edukasi

  • account_circle Kurniawa
  • calendar_month 11 menit yang lalu
  • visibility 7
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG,|| KONTENJABAR.COM – Polda Jawa Barat resmi menggelar Operasi Patuh Lodaya 2026 selama 14 hari, mulai akhir Oktober hingga 8 November 2026. Operasi kewilayahan ini digelar serentak untuk meningkatkan disiplin berlalu lintas masyarakat sekaligus menekan angka fatalitas kecelakaan di jalan raya.

Berbeda dengan operasi sebelumnya, tahun ini Polda Jabar memfokuskan pada optimalisasi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik sebagai ujung tombak penegakan hukum.

Pemanfaatan teknologi ETLE dinilai sebagai langkah modern untuk mewujudkan penegakan hukum yang lebih transparan, akuntabel, objektif, dan humanis tanpa harus selalu mengedepankan pemeriksaan langsung di lapangan.

Melalui sistem ETLE, setiap pelanggaran lalu lintas akan terekam secara otomatis oleh kamera elektronik dan diproses sesuai ketentuan. Dengan sistem ini, pengendara diharapkan lebih disiplin dan sadar aturan dimanapun berada, bukan karena ada petugas, tetapi karena ada sistem pengawasan yang bekerja 24 jam.

Polda Jabar menegaskan, Operasi Patuh Lodaya 2026 bukan hanya soal penindakan. Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat menjadi bagian penting untuk membangun budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan.

Kepatuhan diharapkan tumbuh sebagai kebiasaan dan kebutuhan, bukan karena takut ditilang saat ada operasi. Kesadaran inilah yang menjadi kunci untuk melindungi keselamatan pengendara, penumpang, dan seluruh pengguna jalan.

Selama operasi berlangsung, masyarakat diimbau untuk memperhatikan aspek keselamatan dasar, antara lain:

1.Pengendara dan penumpang sepeda motor wajib menggunakan helm SNI.
2.Pengemudi dan penumpang mobil wajib mengenakan sabuk keselamatan.
3.Dilarang menggunakan handphone saat berkendara karena mengganggu konsentrasi.
4.Wajib mematuhi rambu lalu lintas, marka jalan, dan tidak melakukan manuver berbahaya yang membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Optimalisasi ETLE diharapkan mampu memperkuat pengawasan selama operasi. Namun, Polda Jabar menegaskan keberhasilan operasi tidak diukur dari banyaknya pelanggaran yang ditindak, melainkan dari meningkatnya kesadaran masyarakat.

Baca Juga  Perkuat Tata Kelola Data Desa, Kabupaten Indramayu Canangkan Program Desa Cinta Statistik 2026

Melalui Operasi Patuh Lodaya 2026, Polda Jabar mengajak seluruh masyarakat Jawa Barat untuk menjadikan momentum ini sebagai gerakan bersama membangun budaya tertib lalu lintas.

Penindakan dan edukasi akan berjalan beriringan untuk mendorong perubahan perilaku pengendara secara permanen.

Dengan operasi yang digelar hingga 8 November 2026, diharapkan masyarakat semakin memahami bahwa disiplin di jalan raya bukan sekadar untuk menghindari sanksi hukum, tetapi yang utama adalah untuk mencegah kecelakaan dan menjaga keselamatan nyawa di jalan raya.

Bagus -Kurniawan

Bid Humas Polda Jabar

  • Penulis: Kurniawa

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less

Eksplorasi konten lain dari Konten Jabar

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca