Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Destinasi » Perkuat Tata Kelola Data Desa, Kabupaten Indramayu Canangkan Program Desa Cinta Statistik 2026

Perkuat Tata Kelola Data Desa, Kabupaten Indramayu Canangkan Program Desa Cinta Statistik 2026

  • account_circle Kurniawa
  • calendar_month 59 menit yang lalu
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INDRAMAYU,||KONTENJBAR.COM – Upaya menghadirkan pembangunan yang semakin tepat sasaran terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui penguatan kualitas data hingga tingkat desa.

Melalui program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026, pemerintah daerah bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Indramayu mendorong desa memiliki kemampuan mengelola data secara mandiri, akurat, dan berkualitas sebagai dasar perencanaan pembangunan.

Pencanangan Desa Cantik Kabupaten Indramayu Tahun 2026 berlangsung di Balai Desa Dermayu, Kecamatan Sindang, Kamis (6/8/2026), dengan menetapkan Desa Dermayu, Desa Terusan, dan Desa Panyindangan Kulon, Kecamatan Sindang, sebagai lokus pembinaan program.

Program inisiasi BPS tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan penyelenggaraan statistik sektoral di tingkat desa.

Melalui pendampingan dan pembinaan, desa diarahkan mampu menghasilkan data yang dapat dimanfaatkan untuk penyusunan kebijakan berbasis bukti serta evaluasi pembangunan yang lebih efektif.

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, menyampaikan apresiasi atas hadirnya program Desa Cantik sebagai upaya membangun desa yang memiliki kekuatan data dan tata kelola pemerintahan yang semakin baik.

“Suatu kehormatan bagi kami Pemerintah Kabupaten Indramayu dengan hadirnya program Desa Cinta Statistik. Desa harus menjadi desa yang cerdas dengan memiliki data yang cukup, desa yang kuat dengan perangkat, masyarakat, serta seluruh elemen yang saling mendukung. Kami mengapresiasi tiga desa yang menjadi lokus program ini dan berharap sinergitas bersama pemerintah desa terus terjalin,” ujarnya.

Menurut Syaefudin, keberadaan data yang berkualitas menjadi fondasi penting dalam menentukan arah pembangunan daerah karena data yang tersedia di tingkat desa mampu memperkuat perencanaan sehingga program yang disusun benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Semangat kolaborasi pentahelix ini selaras dengan visi Indramayu REANG, sehingga data yang dimiliki desa dapat dikelola dengan baik untuk mendukung pembangunan dan mewujudkan Indramayu yang semakin baik,” tambahnya.

Baca Juga  Irjen TNI Hadiri HUT ke-78 Korps Marinir TNI ALIrjen TNI Hadiri HUT ke-78 Korps Marinir TNI AL

Senada dengan hal tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Indramayu, Idah Nuryani, turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Desa Cantik.

Idah menilai, penguatan tata kelola data di desa memiliki peran penting dalam menciptakan pembangunan yang lebih terarah.

“Terima kasih dan apresiasi saya sampaikan atas terselenggaranya Desa Cantik. Terima kasih pula kepada pemerintah desa yang menjadi lokus pelaksanaan program ini. Semoga program ini dapat menjadi contoh dalam mewujudkan tata kelola desa yang semakin baik,” ungkapnya.

Idah menambahkan, keterlibatan berbagai pihak dalam pendataan menjadi kunci menghasilkan data yang akurat.

Ia menyoroti peran kader Dasawisma yang dekat dengan masyarakat sebagai bagian penting dalam mendukung proses pendataan keluarga.

“Kader Dasawisma memiliki peran strategis karena berada paling dekat dengan keluarga. Melalui kolaborasi bersama BPS dan seluruh perangkat desa, sistem pendataan akan semakin terintegrasi sehingga menghasilkan data yang lebih akurat dan berkualitas,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Indramayu, Januarto Wibowo, menjelaskan bahwa Desa Cantik menjadi langkah membangun budaya sadar data di tingkat desa melalui peningkatan kapasitas aparatur dalam mengelola dan memanfaatkan statistik untuk pembangunan.

“Melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi yaitu konsep Kampus Berdampak, Desa Cantik diharapkan mampu memperkuat literasi data, pendampingan, serta pemanfaatan data desa agar semakin optimal dalam mendukung pembangunan berbasis bukti,” tuturnya.

Dengan data yang berkualitas, pembangunan terus diupayakan agar semakin tepat sasaran, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.( Deni/ Kurniawan)

  • Penulis: Kurniawa

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less

Eksplorasi konten lain dari Konten Jabar

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca