CIMAUNG,//Kontenjabar.com/ 23 Februari 2026 – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) “Gema Mekarsari” berhasil menjadi contoh nyata bagaimana pemanfaatan Dana Desa yang tepat sasaran dapat mengubah wajah ekonomi lokal dan mewujudkan ketahanan pangan desa, di tengah tantangan fluktuasi harga pangan nasional.
Melalui program Ketahanan Pangan Terintegrasi, BUMDes yang sebelumnya hanya fokus pada sektor pertanian kini mengalihkan perhatiannya untuk mengembangkan sektor peternakan secara berkelanjutan bersama pertanian. Hasilnya, desa ini tidak hanya mandiri secara pangan, tetapi juga telah menjadi pemasok daging sapi utama untuk wilayah sekitarnya.
Dalam menjalankan unit usaha penggemukan sapi yang dikelola secara profesional, BUMDes memilih tiga jenis sapi sebagai komoditas utama, yaitu Sapi Limousin, Sapi Pegon, dan Sapi Simetal. Jenis-jenis ini dipilih karena memiliki daya tahan tubuh yang kuat terhadap iklim tropis. Khusus untuk Sapi Limousin, difokuskan untuk memenuhi permintaan pasar premium dan kebutuhan pada hari raya.
Direktur BUMDes, Ibu EET KUSMIATI, menjelaskan bahwa konsep yang diterapkan bukan hanya sekadar menjual produk, tetapi membangun ekosistem ekonomi sirkular. “Kami tidak hanya menjual sapi, tapi kami membangun ekosistem. Limbah kotoran sapi kami olah menjadi pupuk organik yang kemudian didistribusikan kembali ke petani padi desa. Ini yang disebut ekonomi sirkular,” ujarnya.
Pemanfaatan Dana Desa yang tepat ini telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pendapatan Asli Desa (PADes) meningkat sebesar 35% dalam satu tahun buku, puluhan pemuda desa yang sebelumnya merantau ke kota kini mendapatkan lapangan kerja, dan warga desa dapat mengakses protein hewani dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar luar.
“BUMDes adalah ujung tombak ekonomi masa depan. Keberhasilan ini membuktikan bahwa dengan tata kelola yang transparan dan inovatif, Dana Desa bisa menjadi motor penggerak kesejahteraan yang nyata, bukan sekadar angka di atas kertas,” tegasnya.
team KJ

