
Kontributor: Konten Jabar | Cimaung, 1 April 2026
Langkah strategis dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera melalui pemenuhan gizi yang terjamin telah diwujudkan di Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung. Namun, momen positif tersebut ternyata diwarnai oleh kejadian yang kurang mengenakan.
Pada Rabu (01/04), Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Campaka Mulya secara resmi diluncurkan dalam sebuah acara yang berlangsung di Kampung Kebon Tunggul, RT 04/RW 11, Desa Campaka Mulya.
Unit layanan yang memiliki nomor identitas W8ZGQZW9 ini beroperasi di bawah naungan Yayasan Quantum Tumbuh Zenith, dan menjadi bagian dari upaya memperluas akses pangan bergizi bagi warga. Peresmian ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh para pemangku kepentingan, dihadiri langsung oleh Camat Cimaung, Rachmat, S.I.P., Kepala Desa Campaka Mulya, Haris, kepala SPPG bapak doni ,assisten lapangan bapak Deni,serta berbagai perwakilan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), mitra kerja, tokoh masyarakat, dan warga sekitar.
Dalam sambutannya, Camat Cimaung menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kerja sama sinergis antara pihak pemerintah, yayasan pengelola, dan tim teknis di lapangan. Ia berharap kehadiran SPPG ini tidak hanya sekadar fasilitas, tetapi menjadi pendorong utama terciptanya masyarakat yang lebih sehat, bugar, dan produktif.
“Kehadiran unit pelayanan ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan gizi masyarakat sekaligus membangun fondasi kesehatan yang kuat bagi warga Desa Campaka Mulya dan sekitarnya,” ujar Rachmat.
Selain aspek gizi dan kesehatan, aspek kehalalan dan kemaslahatan menjadi sorotan utama dalam kegiatan tersebut. Tokoh masyarakat setempat yang menjabat sebagai Kepala Dusun (Kadus), Sukandi, menekankan pentingnya menjaga kualitas dan kehalalan seluruh produk yang disalurkan. Menurutnya, manfaat kesehatan harus sejalan dengan nilai spiritual agar tidak menjadi beban di kemudian hari.
“Gizi memang penting untuk tubuh, namun jangan sampai apa yang dikonsumsi justru mengandung unsur yang tidak diinginkan. Pastikan semuanya halal dan membawa keberkahan, bukan malah menjadi beban moral maupun spiritual bagi kita semua,” tegas Sukandi.
Akan tetapi, di sisi lain, acara yang seharusnya berjalan khidmat tersebut ternyata diwarnai oleh insiden yang dinilai sebagai bentuk pelecehan terhadap profesi wartawan. Dalam pernyataannya, oknum Kadus tersebut menyebut awak media yang hadir dalam acara itu sebagai “relawan yang dibayar”. Pandangan dan pernyataan sepihak ini dinilai menimbulkan dilema besar bagi marwah profesi jurnalistik sekaligus merupakan bentuk pelecehan terhadap prinsip dasar kebebasan pers.

Jika dikaji dari sudut pandang profesionalitas pers, penyamaan status yang dilakukan oleh oknum tersebut dikhawatirkan dapat mengaburkan garis antara peran media sebagai pengawas independen dengan bagian dari tim pelaksana. Hal ini berpotensi memicu stigma negatif terhadap objektivitas pemberitaan serta dapat melemahkan fungsi kontrol sosial yang seharusnya dijalankan oleh pers terhadap pelaksanaan program di lapangan.
Meski demikian, keberadaan SPPG Campaka Mulya tetap disambut baik oleh masyarakat sebagai langkah awal yang positif dalam menjamin pemenuhan gizi yang layak dan terpercaya bagi warga. Dengan terluncurnya layanan ini, diharapkan standar gizi dan kesehatan warga di wilayah Cimaung dapat terus meningkat dari waktu ke waktu.
asep hartawan