Cepat Polri Tindak Dugaan Penistaan Agama Melalui Tantangan Hafalan Ayat Al-Qur’an
- account_circle Kurniawa
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BEKASI,||KONTENJABAR.COM – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Remaja dan Mahasiswa Indonesia (FORMASI) menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang bergerak cepat merespons dugaan penistaan agama melalui aksi tantangan (challenge) hafalan ayat suci Al-Qur’an yang dilakukan di salah satu booth promosi minuman.
Ketua Umum DPP FORMASI, Tri Handito, menegaskan bahwa langkah cepat aparat kepolisian merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjaga kerukunan umat beragama, ketertiban sosial, serta menghormati nilai-nilai sakral yang dianut oleh masyarakat Indonesia.
“Kami mengapresiasi Polri yang telah menunjukkan respons cepat terhadap dugaan tindakan yang berpotensi melukai perasaan umat Islam. Penegakan hukum yang profesional dan transparan sangat penting agar tidak menimbulkan keresahan yang lebih luas di tengah masyarakat,” ujar Tri Handito.
Menurutnya, Al-Qur’an merupakan kitab suci yang memiliki kedudukan sangat mulia bagi umat Islam sehingga tidak sepatutnya dijadikan bagian dari kegiatan promosi, hiburan, ataupun strategi pemasaran yang berpotensi menimbulkan penafsiran negatif dan kontroversi di tengah publik.
DPP FORMASI menilai bahwa setiap pelaku usaha wajib menjunjung tinggi etika, norma sosial, serta menghormati keberagaman agama yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, pihaknya mendukung penuh proses pendalaman yang dilakukan aparat penegak hukum guna memastikan seluruh fakta terungkap secara objektif.
“Kami berharap proses penanganan kasus ini dilakukan secara profesional, adil, dan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku. Siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai aturan yang berlaku di Indonesia,” lanjutnya.
Selain itu, DPP FORMASI juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas, tidak mudah terprovokasi, serta mempercayakan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum. Sikap bijak dan kedewasaan dalam menyikapi persoalan ini dinilai penting untuk menjaga persatuan bangsa.
DPP FORMASI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu-isu yang berkaitan dengan penghormatan terhadap nilai-nilai agama, moral, dan budaya bangsa. Organisasi tersebut juga berharap kejadian serupa tidak kembali terulang sehingga tercipta ruang publik yang menghormati keberagaman serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan.
“Kami berdiri bersama masyarakat dalam menjaga marwah agama dan mendukung penuh langkah Polri dalam menegakkan hukum demi terciptanya ketertiban, keadilan, dan persatuan bangsa,” tutup Tri Handito. ( Kurniawan- Dito)
- Penulis: Kurniawa

Saat ini belum ada komentar