MUARA BUNGO,||KONTENJABAR.COM -Februari 2026 Jagat maya kembali diguncang video viral berdurasi 90 detik dari akun Facebook Amaira Z.
Video ini bukan sekadar konten biasa, melainkan sebuah “dakwaan publik” yang secara telanjang menyebutkan daftar bos besar penadah emas hasil Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Bungo.
Nama-nama seperti Ayok Gadis, Amin, Sinaga, Eko, Rudi, Haritabri, hingga Agustiar mencuat, namun satu nama yang paling menyita perhatian adalah SALIM.
Siapa Sosok SALIM? “Si Kebal Hukum” dari Pal 2?
Nama Salim, warga Kelurahan Pal 2 Taman Agung, bukanlah pemain baru. Namanya kerap menghiasi pemberitaan media online sebagai aktor intelektual penampung emas ilegal, namun anehnya, hingga detik ini sosoknya seolah tak tersentuh oleh dinginnya jeruji besi.
Hasil penelusuran fakta awak media di lapangan mengungkap detail mengejutkan
Berdasarkan pengakuan warga yang enggan disebutkan namanya karena alasan keamanan, lokasi operasional Salim diduga berada di lahan milik Thalis Situmorang (eks pegawai dinas PUPR Kab. Bungo) yang berlokasi di dekat Bandara Muara Bungo, Desa Sei Buluh.
”Ada sekitar 12 unit alat dompeng di sana. Skemanya, Salim sebagai pemodal mengambil jatah 25% dari hasil emas, dan para penambang wajib menjual sisa hasilnya hanya kepada Salim. Dari jatah 25% itu, diduga mengalir juga ke pemilik lahan,” ungkap sumber tersebut kepada tim investigasi.
Terpisah, salah seorang warga taman agung yang enggan disebutkan namanya, membenarkan desas-desus tersebut. Ia mencium aroma aktivitas mencurigakan di rumah Salim yang selalu tertutup rapat.
“Sering terlihat pekerja dompeng datang saat maghrib hingga isya,warga masyarakat sekitar sudah tahulah rumah salim tersebut di sana tempat pembakaran emas hasil PETI. Pintu hanya terbuka saat ada pekerja yang mau setoran emas,” ujarnya
Viralnya video ini menjadi ujian krusial bagi Kapolres Bungo. Di tengah instruksi tegas Presiden RI Prabowo Subianto dalam Asta Cita untuk memberantas tambang ilegal yang merugikan negara, publik bertanya: Beranikah Polres Bungo menyentuh para penadah ini hingga ke gudang penyimpanannya?
Eka Larka menyatakan optimisme tinggi terhadap kinerja kepolisian. “Negara ini negara hukum. Tidak ada yang kebal. Saya mengenal baik Kapolres Bungo dan jajarannya. Beliau sudah banyak membakar dan mengamankan pelaku peti, Ini adalah momentum pembuktian isu miring atas kinerja Kapolres Bungo,” tegasnya.
Laporan Resmi ke Meja Kapolres
Tak main-main, Eka Larka menegaskan akan segera melayangkan Laporan Pengaduan Masyarakat (DUMAS) secara resmi terkait dugaan nama-nama penadah yang viral tersebut. Ia juga berencana akan menghadap langsung Kapolres Bungo untuk memastikan laporan ini ditindaklanjuti secara presisi tanpa tebang pilih.
”Kita lihat besok. Kami yakin Bapak Kapolres akan bertindak tegas dan terukur. Ini juga menjadi jawaban atas tudingan miring segelintir pihak yang menyebut beliau tidak becus dalam memberantas PETI. Kami akan kawal sampai tuntas,” pungkas Eka.
Kerusakan hutan yang asri dan tercemarnya aliran sungai di Bungo sudah mencapai titik nadir. Kini, bola panas berada di tangan penegak hukum.
Warga Kabupaten Bungo menanti dengan napas tertahan: Akankah Salim dkk akhirnya diringkus, ataukah mereka tetap menjadi ‘cerita gurita’ yang terus memperkaya diri di atas kehancuran alam bandara penerbangan Bungo juga hutan sungai Bungo Jambi
Eka Larka – Red
