Skandal PETI Bungo Viral, Sejumlah Oknum TNI Kodim 0416/BUTE Disebut Sebagai “Pemain Utama” 

 

MUARA BUNGO – JAMBI – Publik Provinsi Jambi, khususnya di Kabupaten Bungo, kembali dikejutkan dengan sebuah unggahan video viral yang mengguncang jagat media sosial.

Bacaan Lainnya

 

Postingan dari akun Facebook bernama Amaira Z berdurasi 1 menit 30 detik tersebut mendadak menjadi sorotan tajam setelah ditonton puluhan ribu kali hanya dalam hitungan jam sejak ditayangkan.

 

​Bukan sekadar isu biasa, video tersebut secara terang-terangan membongkar daftar nama oknum anggota TNI yang berdinas di lingkup Kodim 0416/BUTE yang diduga kuat terlibat dalam pusaran aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

 

​Tim Awak Media mencoba menelusuri fakta-fakta yang diungkapkan dalam video tersebut. Secara sistematis, video itu memetakan peran para oknum di berbagai wilayah kecamatan sebagai berikut:

 

– Wilayah Rantau Pandan: Disebutkan nama, Rahman, Sultami, dan Rozi yang diduga berperan sebagai pemilik modal sekaligus pemilik alat berat (ekskavator) di lokasi tambang.

 

– Wilayah Limbur Lubuk Mengkuang: Muncul nama Anami yang dituding sebagai penguasa lahan PETI sekaligus koordinator lapangan bagi para pemain tambang lainnya.

 

– Wilayah Pelepat: Oknum berinisial Ap disebut memiliki alat berat dan memegang kendali koordinasi di wilayah yang dikenal cukup produktif tersebut.

 

– ​Wilayah Jujuhan (Sorotan Utama): Dugaan paling mengejutkan mengarah pada Pasi Intel Kodim 0416/BUTE, Kapten Inf Sapta. Ia disebut-sebut turun langsung mengoperasikan beberapa unit alat berat miliknya sendiri.

Baca Juga  Persengketaan  Tanah Negara VS Punya Pemilik Sertipikat Tanah Jadi Sorotan Publik 

 

​Jaringan Penadah dan Mata Rantai “Backing”

​Selain keterlibatan dalam operasional lapangan, video tersebut mengungkap struktur hilir perdagangan emas ilegal. Nama Sarwani disebut sebagai penadah besar hasil emas PETI.

 

​Lebih lanjut, deretan nama penadah lain seperti Ayok Gadis, Amin, Salim, Sinaga, Eko, Rudi Punggur, Haritabri, hingga Agustiar diduga menjalankan bisnisnya di bawah perlindungan atau koordinasi langsung Pasi Intel Kodim.

 

​Narasi dalam video tersebut menegaskan kesimpulan pahit, dimana keterlibatan oknum berseragam ini ditengarai menjadi tembok besar yang menghalangi upaya Kepolisian (Polres Bungo) dalam memberantas aktivitas PETI.

 

Akibat adanya “backing” dari oknum aparat, penegakan hukum seringkali tumpul dan aktivitas tambang yang merusak lingkungan tersebut terus berjalan tanpa hambatan.

 

​Hingga berita ini diturunkan, awak media masih terus berupaya melakukan konfirmasi resmi kepada pihak Kodim 0416/BUTE maupun Korem 042/Garuda Putih guna mendapatkan klarifikasi atas tuduhan serius yang telah mencoreng institusi tersebut.

Eka larka

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *