UPTD PASAR BALEENDAH KABUPATEN BANDUNG TUTUP MATA TUTUP TELINGA TERHADAP SAMPAH PASAR.

KAB BANDUNG,||KONTENJABAR.COM –
Akses jalan masup pasar Baleendah kabupaten Bandung.  tutup Buka menggunakan  palang pintu.sebab tumpukan sampah meluber ke badan jalan akibat sampah pasar yang tida bertanggung jawab. 

Pemandangan serupa juga terlihat di sebelah jalan pasar Baleendah.namun kondisi sampah di area ini tps semakin lama semakin menggunung

Ketua RW 22 bapa Dede sukmana di dampingi bapa iwan bapa ao kompermasi  dengan pegawai  UPTD  pasar Baleendah pihak pasar Baleendah mengatakan .kolo sampah dalam pasar tanggung jawab pihak UPTD pasar kalo sudah keluar dari pasar Tanggung jawab pihak LH sedangkan sampah numpuknya di pinggir pasar siapa yang salah pihak LH atau UPTD pasar

Selama Beberapa kali pertemuan dengan pihak UPTD pasar Baleendah.problema masalah sampah masih belum ada titik temu yang terang ketua RW 22  kelurahan Baleendah dan Tim peduli.sampah tetap Berupaya untuk mencari solusi yang saat ini sebetulnya dalam situasi habis kwota.

Alhamdulilah pada hari kamis tgl.  (28 /3 /2024 )Sampai sore hari pihak bidang LH telah mengirimkan 2 yunit kendaraan Tronton dan luder untuk pengangkutan sampah dari kawasan pasar Baleendah dan selajut penertiban tumpukan sampah di bereskan dengan alat luder.

Bacaan Lainnya

Pada kegiatan tersebut alhamdulilah dapat Bantuan.makan dan roko uang tip buat supir pengangkut sampah dari pihak UPT KIR Bapa.Feri satuan .SH.MPK dan Bapa. Ade Ridwan .SH. Bidang pengujian  tapi di sayangkan dari pihak  pasar terkait UPT pasar Baleendah tidak ada satu orang pun yang turun meninjau ke lokasi sampah seharusnya dari pihak UPT pasar yang Bertanggung jawab.karena ada di kawasan pasar dan para penyampah pun dari pedagang itu sendiri

Baca Juga  Ketua Mahkamah Agung Lantik Panitera Muda Perkara Pidana dan Panitera Muda Perkara Perdata Khusus

Apa bila terus berlanjut tidak ada perubahan tata kelola sampah pasar Baleendah. Akan semakin kambuh semakin pasar kumuh penuh dengan sampah yang mau masup kepasar pun merasa jiji dan tak sedap ungkapnya.*

Reporter : IR.Herman  SH
Editor : Kurniawan

Pos terkait